Ini Pemilos Ku, Mana Pemilos Mu?

2019-09-23
PEMILOS SMK YADIKA 13

Penulis: Ibu Juli Dwi Susanti

Belajar berdemokrasi itu identik dengan pelajaran PKN, dulunya itu PPKN dan sebelumnya itu PMP, sejak kurikulum 2013 maka materi tentang PKN itu tidak hanya mengenai norma-norma karakter untuk menjadi seorang warga negara saja, tetapi menitik beratkan kepada salah satunya pembelajaran berdemokrasi.

Dengan inipun kini mulai mengenal tata cara musyawarah untuk mufakat, hak dan kewajiban warganegara, hingga tata cara demokrasi melalui pemilihan di sekolah.

Begitu juga dengan SMK Yadika 13 pada tanggal 20 September 2019, setelah melalui seleksi yang cukup ketat. Mulai dari pengajuan 100 orang lebih yang mengajukan diri untuk menjadi pengurus OSIS. Kelas X dan XI yang selama ini diharapkan menjadi kader yang akan meneruskan kepemimpinan yang sudah dicontohkan pengurus kelas XII saat ini.

Nah sebelum mereka lengser dan kembali fokus kepada tugasnya untuk mempersiapkan ujian, kelas XII yang tinggal 10 orang dijadikan panitia utama untuk melakukan PEMILOS (pemilihan OSIS). Dengan pengalamannya yang rata-rata dua sudah dua tahun menjabat di dua periode. Kini waktunya mereka akan melakukan seleksi ketat memilih calon pengurus OSIS yang KeCe (Keren dan Cerdas), sesuai dengan tagline SMK YADIKA 13.

Dari 100 orang lebih melalui seleksi dimulai dari biodata, wawancara, kemampuan, tanya jawab, tes logika, dipilihlah 45 kandidiat. Lalu diseleksi lagi oleh panitia internal guru hingga terpilihlah 34 pengurus OSIS periode 2019-2020.

Selanjutnya melalui promosi diri atau masa kampanye ke kelas-kelas untuk memperkenalkan diri terpilihlah 8 Kandidat utama untuk memilih Ketua OSIS dan Wakil Ketua. Selanjutnya mereka melakukan debat terbuka di hadapan siswa-siswi dan dewan guru. Begitu serunya debat ini yang terjadi adalah tahun ini mulai terasa hidup debatnya. Tidak hanya diam duduk mendengar, namun juga kemauan berdebat dengan calon kandidat di sekolah.

Debat antara kandidat Kooskatilas dengan para siswa/siswi SMK YADIKA 13 sangat tegang, beberapa pertanyaan dan sanggahan harus sampai ditenangkan oleh Ibu Novita Yusnaini selaku Kepala Sekolah. Ini menandakan proses berdemokrasi di SMK YADIKA 13 sudah telrihat sangat baik karena respon para pemilih ini sangat ingin tahu dari program kerja para kandidat OSIS.

Panitia dan guru kali ini bertekad agar pemilihan ini bukan hanya sekedar, namun juga memberikan pembelajaran bagaimana setiap warga sekolah sebagaimana warga negara berhak diplih dan memilih.

Seluruh stake holder seperti guru pun ikut serta pemilihan dalam pembelajaran demokrasi ini, Cleaning Service, hingga Kantin pun ikut melakukan pemilihan kepada kandidat OSIS SMK YADIKA 13. Kelak mereka lulus atau berumur 17 dan diberi kesempatan memilih presiden, pilkada dan sebagainya sudah punya pengalaman yang asyik dan tertib.

Ini PEMILOS KU, Mana PEMILOS MU?

Leave a reply
LDKS SMK YADIKA 13 2019Sekarang UAS Pake CBT
All comments (1)
  • Ari
    2019-11-03 at 8:13 pm

    hebaat

    Reply

Leave Your Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *